PENGERTIAN
Bridge adalah
perangkat jaringan yang digunakan untuk memecah jaringan yang besar. Bridge
bekerja pada layer data-link dari model OSI. Bridge bekerja dengan mengenali
alamat MAC asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara otomatis
membangun sebuah table internal. Tabel ini berfungsi untuk menentukan ke segmen
mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan filtering.
LATAR BELAKANG
Banyak
organisasi/perusahaan yang memiliki lebih dari satu LAN dan berkeinginan untuk
menghubungkan LAN-LAN nya itu. LAN dapat dihubungkan dengan perangkat yang
disebut Bridge, yang beropreasi dalam data link layer. Pernyataan ini berarti
bahwa Bridge tidak memeriksa header network layer dan kemudian dapat menyalin
paket-paket IP, IPX dan OSI sama baiknya, sebaliknya IP murni dan IPX atau
router OSI hanya dapat menangani paket yang bersal dari dirinya sendiri.
Ada enam alasan
mengapa sebuah organisasi/perusahaan memekai beberapa buah LAN, yaitu :
1.
Banyak departemen di universitas atau perusahaan memiliki
LAN-nya masing-masing. Hal ini terutama ditujukan untuk menghubungkan
komputer-komputer pribadi, workstation dan servernya sendiri. Karena tujuan
dari berbagai departemen berbeda, maka departemen yang berbedaakan memilih LAN
yang berlainan pula, tanpamempertimbangkan LAN yang dipilih oleh departemen
lainnya. Cepat atau lambat akan terjadi kebutuhan untuk berinteraksi, karena
itu diperlukan Bridge. Dalam contoh ini beberapa Lan terbentuk disebabkan
otonomi masing-masing pemiliknya.
2.
Organisasi mungkin secara geografis tersebar di beberapa
bangunan yang terpisah cukup jauh. Maka akan lebih murah untuk memiliki LAN
terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge dan link
infra merah dibanding harus memakai kabel coaxial yang menghubungkan semua tempat
kedudukan LAN itu.
3.
Mungkin perlu dipisahkan apa yang secara logikanya berupa
LAN tunggal menjadi LAN-LAN yang terpisah untuk mengakomodasi beban. Misalnya,
di banyak universitas terdapat ribuam workstation yang bisa digunakan oleh
mahasiswa dan dosen. Biasanya file berada di mesin file sever, dan didownload
ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Besarnya ukuran sistem ini menghambat
penyimpanan seluruh workstation di dalam LAN tunggal, total lebar pita yang
diperlukan terlalu besar. Karena itu digunakan beberapa LAN yang dihubungkan
oleh bridge . masing-masing LAN berisi cluster workstation yang memiliki file
server nya sendiri, sehingga sebagian besar lalu lintas dibatasi ke sebuah LAN
tunggal dan tidak menambah beban ke backbone.
4.
Beberapa situasi LAN tunggal akan cukup memadai dalam hal
bebannya, namun jarak fisik antara kedua mesin terjauhnya terlalu besar. Bahkan
bila pemasangan kabelnya cukup mudah, jaringan tidak akan bekerja karena
terlalu banyak delay pulang pergi yang cukup panjang. Satu-satunya penyelesaian
adalah dengan membagi-bagi LAN dan memasang bridge di antara segmen-segmennya.
Dengan menggunakan bridge, maka jarak fisik total yang tercakup akan bertambah.
5.
Terdapatnya masalah dalam hal reliabilitas. Pada sebuah
LAN tunggal, simpul yang rusak tetap mengeluarkan aliran kontinyu sampah akan
membuat Lan menjadi pincang. Bridge dapat disisipkan pada tempat-tempat yang
kritis, seperti halnya pintu darurat pada bangunan, untuk mencegah simpul
tunggal yang sulit ikendalikan untuk menyebabkan sistem keseluruhan menjadi
tidak berfungsi. Tidak seperti repeater, yang hanya menyalin apa saja yang
dilihatnya, bridge dapat diprogram untuk melatih bebrapa kebijakan tentang apa
saja yang harus disampaikan dan apa saja yang tidak perlu disampaikan.
6.
Bridge dapat memberikan kontribusinya terhadap keamanan
organisasi. Sebagian besar antarmuka LAN memiliki mode tidak membeda-bedakan,
di mana semua frame diberikan ke komputer tidak hanya yang di alamatkan ke
komputer. Mata-mata dan orang lain ingin selalu tahu urusan orang lain sangat
menyenangi fitur ini. Dengan menyisipkan bridge ke beberapa tempat dan
secarahati-hati tidak meneruskan lalu lintas yang spesifik, mungkin saja
dilakukan pengisolasian bagian-bagian jaringan sehingga lalu lintasnya tidak
akan menyimpang dan jatuh ke tangan yang salah.
3. FUNGSI DAN CARA
KERJA BRIDGE
Bridge, juga dikenal
sebagai switch layer 2, dari perngertiannya bridge adalah perangkat keras yang
digunakan untuk membuat koneksi antara dua jaringan komputer yang terpisah atau
untuk membagi satu jaringan menjadi dua. Kedua jaringan komputer ini biasanya
menggunakan protokol yang sama; Ethernet adalah contoh dari protokol ini.
Fungsi Bridge ini
tidak terbatas pada Personal Komputer (PC), printer, router, switch dan hub.
Perangkat yang terhubung ke jaringan melalui kartu adapter Ethernet memiliki
apa yang dikenal sebagai alamat Media Access Control (MAC), juga disebut alamat
fisik dari perangkat keras. Inilah yang secara unik mengidentifikasi perangkat
untuk alamat yang kemudian dapat menentukan mana jaringan perangkat sedang
terhubung.
Fungsi Bridge
terutama untuk meneruskan data berdasarkan alamat MAC dari perangkat pengirim
dan penerima. Operasi ini membantu untuk menghilangkan apa yang dikenal sebagai
collision domain. Salah satu cara untuk mendefinisikan sebuah collision domain
adalah jaringan di mana satu perangkat, juga disebut simpul, memaksa semua alat
lain untuk menerima ketika sedang mengirim paket data. Definisi lain menyatakan
bahwa domain tabrakan terjadi ketika dua atau lebih perangkat mencoba untuk
mengirimkan informasi pada saat yang sama persis. Jaringan menjalankan Carrier
Sense Multiple Access/Collision Detection (CSMA / CD) harus, secara teori,
dilindungi dari tabrakan yang terjadi, tetapi CSMA/CD ini bisa saja gagal.
Setiap kali tabrakan
terjadi, transmisi paket data yang efisien sangat dikompromikan. Semakin banyak
perangkat yang berada di jaringan mencoba untuk mengirimkan data, semakin besar
peluang tabrakan terjadi. Sebuah Fungsi Bridge dapat digunakan untuk segmen
satu jaringan menjadi dua, sehingga mengurangi jumlah perangkat bersaing untuk
hak transmisi. Misalnya, jika jaringan A memiliki 20 perangkat, ada kemungkinan
bahwa dua atau lebih dari mereka akan mencoba untuk mengirimkan data pada saat
yang sama dan menyebabkan tabrakan. Jika Network Bridge ditambahkan, dapat
membagi jaringan A ke jaringan A dan B dengan masing-masing 10 perangkat.
Setelah Network
Bridge dimasukkan, maka akan dimulai “pengaturan” transmisi data dalam
perangkat pada dua jaringan. Network Bridge menyelesaikan ini dengan merekam
alamat MAC dari perangkat dalam sebuah tabel yang secara otomatis dihasilkan
tanpa diprogram untuk melakukannya. Ketika perangkat pertama mentransmisikan
data, Network Bridge akan menambahkan alamat MAC sebagai tabel forwarding untuk
referensi di masa mendatang. Network Bridge juga melihat alamat MAC dari tujuan
atau perangkat penerima. Jika tidak muncul dalam tabel, Network Bridge akan
menyiarkan paket data ke semua perangkat pada kedua jaringan untuk menemukan
tujuan.
Tabel forwarding
langsung dibangun, Network Bridge tidak harus menunggu sampai menerima
transmisi dari perangkat sebelum dapat belajar dengan alamat MAC. MAC address
dari perangkat penerima juga harus mempelajari saluran, pencarian lokasi tujuan.
Setelah tujuan merespon, alamatnya juga ditambahkan ke tabel forwarding dari
Network Bridge. Akhirnya, semua alamat MAC akan ditangkap dan data paket akan
efisien dialihkan langsung ke tempat tujuan. Ini akan terjadi tanpa semua
perangkat harus mengantri untuk proses transmisi.
JENIS BRIDGE
JARINGAN
1.
Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan
segmen-segmen jaringan lokal. Yaitu bridge yang mengkoneksikan media kabel yang
satu dengan media kabel lainnya, contoh penggunaannya dapat dilihat pada
hub,switch, atau modem.
2.
Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah
sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
3.
Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan
jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel atau beberapa media yang
koneksinya media wireless. Aplikasinya dapat di lihat pada fungsi Acces Point
untuk implementasi Hostpot.
KARAKTERISTIK BRIDGE
1.
Bridge dapat mengontrol broadcast pada jaringan yang
terkoneksi melalui dirinya.
2.
Seperti halnya fungsi switch, Bridge juga dapat
mempelajari paket frame yang diterima dan alamat MAC tujuan untuk melakukan
transmisi data/paket.
3.
Bridge dapat membantu membuat segmen jaringan luas
menjadi lebih kecil agar mudah di monitor.
4.
Bridge juga dapat melakukan routing.
KEUNTUNGAN BRIDGE
·
Memindahkan data melewati intermediate network dengan
protokol yang tidak sama.
·
Dapat mengurangi collision atau tabrakan pada saat
pengiriman paket dalam jaringan.
·
Memungkinkan koneksi pada jenis network yang berbeda.
·
Dapat mengembangkan kapasitas network dan mengurangi
resiko kepadatan traffic.
KELEMAHAN BRIDGE
·
Bridge tidak dapat memblokir paket broadcast
·
Menambah delay pada jaringan.
·
Bila alamat yang di terima tidak di kenal oleh bridge,
maka dapat di siarkan berita ke jaringan segmen lain serta perihal ini bisa
mengakibatkan berlangsungnya broadcast strom ( badai siaran ) yang dampaknya
bisa bikin jaringan macet keseluruhan.
·
Meskipun bisa mempunyai domain collision yang tidak sama,
namun peralatan bridge cuma mempunyai satu broadcat domain.
·
Teknik bridging dapat mengonsumsi banyak bandwidth.







0 komentar:
Posting Komentar